Pemikiran Kebangsaan

Berbagi Pemikiran Demi Kemajuan Peradaban

Category: Leadership

  • Oleh: Bangkit Rahmat Tri Widodo Dalam disiplin ilmu politik dan kepemimpinan, istilah “negarawan” dipahami sebagai sosok yang melampaui kepentingan pribadi dan bertindak berdasarkan kepentingan publik yang lebih luas. Literatur klasik maupun kontemporer menunjukkan bahwa kualitas moral, terutama ketulusan dan keikhlasan, merupakan fondasi utama kenegarawanan. Aristoteles sejak awal menegaskan bahwa negara yang baik hanya mungkin dipimpin…

  • By: Bangkit Rahmat Tri Widodo The moral health of a nation determines the endurance of its statehood. In Indonesia, the chronic persistence of corruption, collusion, and nepotism reflects not only administrative weakness but a profound moral crisis. Decades of reform have produced new institutions, yet few have succeeded in transforming the ethical foundations of governance.…

  • TOWARD A DEMOCRATIC NATIONAL DISCIPLINE SYSTEM

    By: Bangkit Rahmat Tri Widodo National discipline constitutes a fundamental pillar for realizing social order, effective public governance, and a nation’s competitiveness in the global arena. In Indonesia, the concept of national discipline has undergone a dynamic historical trajectory, especially when viewed through the lens of political change and shifting governing regimes. During the New…

  • MEMBANGUN SISTEM DISIPLIN NASIONAL YANG DEMOKRATIS

    Oleh: Bangkit Rahmat Tri Widodo Disiplin nasional merupakan salah satu pilar fundamental bagi terwujudnya keteraturan sosial, efektivitas tata kelola pemerintahan, dan daya saing bangsa dalam percaturan global. Di Indonesia, konsep disiplin nasional mengalami perjalanan historis yang dinamis, terutama ketika diletakkan dalam bingkai perubahan politik dan rezim pemerintahan. Pada masa Orde Baru, disiplin lebih banyak dipahami…

  • By: Bangkit Rahmat Tri Widodo In classical political science, discipline is often understood within the framework of social control, namely the state’s mechanism for regulating social behavior through rules, sanctions, and norms (Parsons, 1951). When implemented coercively, these understandings risk sliding into authoritarian practices in which discipline becomes an instrument of repression against individual liberty…

  • Oleh: Bangkit Rahmat Tri Widodo Dalam literatur klasik ilmu politik, disiplin sering dipahami dalam kerangka social control, yaitu mekanisme pengendalian perilaku masyarakat oleh negara melalui seperangkat aturan, sanksi, dan norma (Parsons, 1951). Pemahaman ini, apabila dijalankan secara koersif, berpotensi mengarah pada praktik otoritarianisme, di mana disiplin menjadi instrumen represi terhadap kebebasan individu (Foucault, 1977). Namun,…